This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, 29 April 2013

Perbedaan antara Biaya (Cost) dan Beban (Expense)

Assalamualaikum. selamat siang sobat . Artikel Kangsatria.com  kali ini tentang Perbedaan antara Biaya (Cost)  dan Beban (Expense) . Sebelumnya mungkin ada diantara sobat yang masih bingung Perbedaan antara Biaya (Cost)  dan Beban (Expense) .  Dalam akuntansi sering sekali kita jumpai kata biaya dan beban. Kalo yang sebelumnya menganggap ini sama , sebenarnya biaya dan beban itu berbeda gan hehe..  Berikut Perbedaan antara Biaya (Cost)  dan Beban (Expense) .

Biaya atau cost adalah sesuatu yang kita keluarkan atau kita korbankan dengan harapan kita akan mendapatkan keuntungan atau manfaat secara ekonomis dimasa mendatang Misalnya untuk pembelian aktiva tetap, pembelian aktiva tersebut adalah biaya pembelian aktiva . Dengan mengeluarkan uang untuk pembelian aktiva ini maka ada akun kas yang kita keluarkan sedangkan efek dari pembelian aktiva ini kita mengharapkan manfaat ekonomis  dari aktiva tersebut dimasa mendatang . Misal motor sebagai kendaraan ada manfaat ekonomisnya untuk mempercepat pengiriman barang. Contoh lainnya yaitu Biaya Sewa dibayar dimuka dan masih banyak transaksi lainnya.

UPDATED:

Menurut PSAK No.16 Revisi 2007, Cost (Biaya perolehan) adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan atau kontruksi atau, jika dapat diterapkan , jumlah yang diatribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyaratan tertentu dalam PSAK lain.


Sedangkan untuk konsep beban atau ekspense sendiri adalah Sesuatu yang kita korbankan atau kita keluarkan dalam rangka memperoleh pendapatan misalnya akun-akun yang tertera dalam laporn laba-rugi.  Beban listrik, air , beban penyusutan. dll.

Kesimpulannya Biaya perolehan (cost) adalah jumlah kas atau setara kas yang kita keluarkan untuk mendapatkan suatu aset lain . Sedangkan untuk Beban (expense) adalah kas atau setara kas yang kita keluarkan atau bisa juga dalam hal ini (beban penyusutan) dalam rangka memperoleh laporan laba-rugi.

sekian artikel tentang Perbedaan antara Biaya (Cost)  dan Beban (Expense)  sekiranya mungkin bisa membantu anda yang sedang mencari artikel ini. semoga bermanfaat. jika masih ada yang ingin ditanyakan anda bisa mengisinya dalam kotak komentar dibawah.   Baca juga Perbedaan Pendapatan (revenue) dan laba (income) . Wasaalamualaikum :) .

Mau tahu  Cara Mengetahui Gaya Belajar Sesuai dengan Kepribadian ?

Sunday, 28 April 2013

Apa itu Akuntansi , pengertian, serta Definisinya?

satriaonblogger -  Assalamualaikum. Kali ini saya menuis artikel tentang Apa itu Akuntansi , pengertian,  serta Definisinya? . Oke artikel ini saya tulis setelah saya membuka kembali materi-materi tentang akuntansi dasar. Ini sebenarnya materi  yang pertama kali yang saya pelajari dulu hehe..

Tentu bagi anda yang pertama kali belajar tentang akuntansi untuk yang pertama kalinya , harus tahu Apa itu Akuntansi , pengertian,  serta Definisinya?  .  Langsung saja Apa itu Akuntansi , pengertian,  serta Definisinya?  .



Akuntansi adalah  seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-transaksi yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi guna menyampaikan informasi tentang keadaan keuangan suatu entitas/ perusahaan kepada para stake holder (orang yang berkepentingan) dalam bentuk laporan keuangan.

Menurut definisinya akuntasni terbagi dua yakni :

1. Menurut  fungsi dan kegunaannya
Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

2. Menurut kegiatannya
Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya

Adapun akuntansi ini terbagi menjadi 3 macam yakni
1. Akuntansi manajemen
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen

2. Akuntansi keuangan
Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam

3. Akuntansi pemerintahan
Adalah cabang akuntansi memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.


Oke mungkin cukup sekian dulu artikel mengenai  Apa itu Akuntansi , pengertian,  serta Definisinya?  . Kalo mau ada yang ditanyakan lebih lanjut mungkin anda bisa berkomentar di bawah ini. :). Bagi kamu yang mungkin baru belajar akntansi kamu juga bisa baca artikel tentang jurnal - jurnal akuntansi. Semoga bermanfaat . wassalamualaikum…

Friday, 26 April 2013

Jurnal Akuntansi pembelian dengan sistem pencatatan perpetual

satriaonblogger - Kali ini  saya akan membahas artikel tentang Jurnal Akuntansi pembelian secara kredit dengan sistem perpetual. Sebelum membahas sistem perpetual , saya ingin menjelaskan sedikit tentang sistem pencatatan akuntansi yang ada dalam perusahaan dagang. Sistem pencatatan akuntansi dalam perusahaan dagang ini terbagi menjadi 2 yaitu : sistem pencatatan perpetual dan sistem pencatatan periodik. 



Berikut jurnal akuntansi untuk mencatat pembelian dengan sistem pencatatan perpetual :

1. Pembelian secara tunai :
Persediaan      xxxxx
           Kas                xxxxxxx

Keterangan :
Jika kita melakukan pembelian dan menggunakan sistem pencatatan perpetual maka akun yang dipakai adalah persedian bertambah pada bagian debet . karena akun persediaan merupakan akun aktiva yang apabila bertambah kita harus memasukkannya ke bagian debet. Sedangkan Kas yang kita keluarkan kita harus mencatatnya pada bagian kredit karena kas merupakan akun aktiva yang apabila berkurang kita catat pada bagian kredit.

2. Pembelian secara kredit :

Persediaan      xxxxxx 
      Hutang dagang       xxxxxx


Keterangan :
Jika kita melakukan pembelian dan menggunakan sistem pencatatan perpetual maka akun yang dipakai adalah persedian bertambah pada bagian debet karena akun persediaan merupakan akun aktiva yang apabila bertambah kita harus memasukkannya ke bagian debet. Sedangkan Hutang dagang akan muncul karena kita melakukan tidak secara tunai. Hutang dagang yang bertambah kita harus mencatatnya pada bagian kredit karena Hutang dagang merupakan akun pasiva yang apabila bertambah kita catat pada bagian kredit.


 Mungkin sekian yang bisa saya sampaikan tentang artikel Jurnal Akuntansi pembelian dengan sistem pencatatan perpetual  Semoga berguna dan bermanfaat :)

Thursday, 25 April 2013

kerangka proposal permohonan kredit bank | Bank dan lembaga keuangan


satriaonblogger - Kali ini saya akan sharing materi kuliah tentang proposal permohonan kredit bank  . proposal ini sangat penting bagi seseorang yang ingin meminjam uang ke bank, karena dari proposal ini lah bank akan memeriksa tingkat kesanggupan seseorang untuk membayar kredit yang akan diberikan nantinya. Oke langsung saja, dibawah  ini adalah kerangka proposal untuk permohonan kredit bank :



  1. Tanggal pengajuan kredit bank
  2. Perihal surat
  3. Surat ditujukan ( misal : kepada kepala cabang Bank x )
  4. Menyampaikan jenis usaha
  5. Permohonan pembiayaan uuntuk apa
  6. Tujuan dari kredit
  7. Besarkan dana yang dimohon serta sebutkan juga dana yang kita miliki
  8. Sampaikan skedul kredit (skim)
  9. Penutup surat yang menyatakan "Bahwa siap untuk disurvey oleh bank"

Yap.. itu dia tadi sekilas tentang kerangka atau unsur-unsur proposal permohonan kredit bank. Semoga berguna dan bermanfaat :)


Wednesday, 24 April 2013

23 Epicentrum part -1



Tak selamanya kenyataan sesuai dengan rencana. 
Langkah demi langkah kita kadang membawa kita kedalam banyak persimpangan yang membingungkan. 
Begitu banyak yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan.
Semua seolah menuntut jawaban.
Lubang resiko selalu terbuka lebar.
Kesalahan satu langkah seperti membuat ribuan langkah yang telah ditempuh tidak berharga.
Rasa takut menggoyahkan hati, tapi hanya sebuah langkah keberanian yang akan terus melaju melawati hari.
Langkah yang percaya bahwa ia berjalan dengan suara hatinya


-23 Epicentrum-

Tuesday, 23 April 2013

Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor-Mobil/PKB-Progresif-BBN.KB/Bea Balik Nama

Cara Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor-Mobil/PKB-Progresif-BBN.KB/Bea Balik Nama
Bogor - Kali ini akan diulas sedikit mengenai Bagaimana Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) - Mobil / Menghitung Nilai / Nominal, Pajak Progresif / Pajak yang dibebankan atas dasar alamat pada STNK mempunyai lebih dari 1 unit Kendaraan Bermotor dan Bea / Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN.KB). Bagi para sobat yang sebelumnya mungkin tidak tahu sama sekali perhitungan pajak kendaraan bermotor yang sobat punya, jangan khawatir akan dbahas pada artikel ini :) .

Sebelumnya kita akan membahas pengertian dari masing-masing istilah yang mungkin akan ditemui berikut ulasannya :

Kendaraan Bermotor.
Adalah semua jenis kendaraan roda dua atau lebih, digunakan pada semua jalan darat dan digerakkan oleh peralatan teknik berupa penggerak mesin / motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentu menjadi tenaga gerak, termasuk alat-alat bera, misal : Wheel Loader, Truck Mixer Tandum, dll.

Kepemilikan.
Hubungan hukum antara orang pribadi atau perusahaan dengan kendaraan bermotor yang namanya tercantum dalam bukti kepemilikan dai dokumen yang sah termasuk BPKB.

DPP PKB  
Dasar Pengenaan Pajak Pajak Kendaraan Bermotor sesuai perda nomor 4 tahun 2003, adalah perkalian antara Nilai Jual Kembali Kendaraan Bermotor dengan bobot yg mencerminkan secara relatif kadar kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan kendaraan bermotor.
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB)
Harga Pasaran Umum. 
 
Setelah harga pasaran umum diketahui maka nilai jual ditentukan berdasarkan : 
 
isi silinder, penggunaan, jenis, merk, tahun pembuatan, berat, dll.
Besarnya Tarif (Perda nomor 4 tahun 2003) :
Kendaraan bermotor bukan umum = 1,5%
Kendaraan bermotor umum = 1%
Alat-alat berat = 0,5%

STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor)

Coba kita lihat kolom bagian Pajak atau Notice Pajak yang berwarna Coklat :
Tarif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor / BBN-KB :
- 10% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan pertama
- 10% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan pertama
- 3% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan pertama
- 1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan selanjutnya
- 1% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan selanjutnya
- 0,3% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan selanjutnya
- 0,1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan karena warisan
- 0,1% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan karena warisan
- 0,03% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan karena warisan 
 
Rumus Menghitung Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor / BBN-KB :
Tarif x
Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), berdasarkan harga pasaran umum. 
 
PKB                 : Pajak Kendaraan Bermotor besarnya 1,5% dari nilai jual kendaraan dan bersifat menurun tiap tahun,karena penyusutan nilai jual kendaraan tersebut.
SWDKLLJ      : Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Sumbangan ini dikelola oleh jasa raharja sebesar :
-Rp   35.000,- untuk Tarif Kendaraan Bermotor Roda 2 (dua).
-Rp 143.000,- untuk Tarif Kendaraan Bermotor Roda 4 (empat).
-Rp 163.000,- untuk Tarif Kendaraan Bermotor Roda 6 (enam) dan diatas Roda (enam) / termasuk Kendaraan jenis besar/ Alat Berat.
*Data dapat berubah sewaktu-waktu.
Biaya Adm   : Biaya administrasi, untuk motor baru kemarin saya tidak dikenakan,dan apabila ganti plat nomor (5 tahun sekali) atau balik nama atau mutasi masuk bahasalainnya, baru dikenai biaya dan besarnya Rp 30.000,-
Contoh Notice Pajak Per-Tahun / Tahunan pada STNK :

pajak

DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Apabila sudah jatuh tempo masa berlaku STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) belum melakukan perpanjangan, maka kita akan dikenakan Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor)  dan SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan), Perhitungannya sebagai berikut :



Denda PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) ;
Terlambat 5 hari, atau cuma 1 hari sudah dianggap atau sama dengan 1 tahun. Pada masing-masing wilayah berbeda, tetapi prinsip cara menghitungnya adalah 25% per tahun.
Contoh :
- Terlambat 3bulan PKB x 25% x 3/12
- Terlambat 6bulan PKB x 25% x 6/12



Denda SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan);
besarnya Rp 35.000,- untuk motor roda 2,  dan Rp 143.000,- untuk mobil roda 4 ( tiap tahun bisa jadi ada perubahan / kenaikan harga ).
Contoh : Si "A" punya motor dan terlambat bayar 6 bulan jumlah PKB tertera di STNK Rp 230.000,- & SWDKLLJ Rp 35.000,- maka Si "A" akan dikenakan denda keterlambatan sebesar: ( Rp 230.000 x 25% x 6/12 ) + ( Rp 35.000 ) = Rp 63.750,-
Total yang harus dibayar sebesar; Rp 230.000 + Rp 35.000 + Rp 63.750,- = Rp328.750,-

Pajak Progresif
Pajak Progresif awalnya dikenakan dengan maksud untuk mengendalikan laju lalu lintas yang semakin padat, terutama pada Kota-kota besar yang semakin hari semakin padat dan macet.
cara penghitungannya : (perda nomor 8 tahun 2010) dan berlaku mulai 1 januari 2011

kendaraan pertama akan terkena pajak progresif sebesar 1,5 % x nilai jual,
kendaraan kedua akan terkena pajak progresif sebesar 2% x nilai jual,
kendaraan ketiga akan terkena pajak progresif sebesar 2,5% x nila jual,
kendaraan keempat akan terkena pajak progresif 4% x nilai jual

Contoh : Si "B" punya Mobil Xenia 1.000cc atas nama sendiri, beli mobil lagi ke-2 (dua) masuk pada Pajak Progressif ke-1 (satu), Pembelian mobil baru ke-2 (dua) Si "B" dengan harga off the road / faktur dari Dealer senilai = Rp 130.000.000.

BBN KB = Rp 130.000.000 x 10% = Rp 13.000.000,-.
Perhitungan PKB Progressif ke-1 (dua)Rp 130.000.000 x 80 % (asumsi harga bekas / penyusutan) x 1.5% = Rp 1.560.000,-
Perhitungan PKB Progressif ke-2 (dua) = Rp 130.000.000 x 80 % (asumsi harga bekas / penyusutan) x 2% = Rp 1.560.000,-
Jadi untuk mobil kedua Si "B" berlaku Progresif yang masuk pada Kolom PKB  senilai = Rp 2.080.000,-, begitu seterusnya.

Perhitungan ini berlaku sejenis, artinya : Jika Anda memiliki 1 (satu) mobil dan 2 (dua) motor maka mobil akan dikenakan pajak 1,5%. Sedangkan motor berlaku progresif (1,5% dan 2%).
Demikian ulasan mengenaiCara Mengetahui Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) - Mobil / Menghitung Nilai / Nominal, Pajak Progresif / Pajak yang dibebankan atas dasar alamat pada STNK mempunyai lebih dari 1 unit Kendaraan Bermotor dan Bea / Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN.KB). 
 
Sekian artikel tentang Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor-Mobil/PKB-Progresif-BBN.KB/Bea Balik Nama semoga dapat bermanfaat bagi Anda :)...

referensi : http://jasastnkbpkb.blogspot.com/2012/01/cara-perhitungan-pajak-kendaraan.html

Jurnal Akuntansi untuk Mencatat Pendapatan diterima dimuka

Bogor - Assalamualaikum wr.wb. kali ini ane share artikel tentang Jurnal Akuntansi untuk mencatat pendapatan diterima dimuka . Bagi sobat  yang sedang mencari artikel ini semoga artikel ini bermanfaat :). Sebelumnya ane mau jelasin dulu sedikit tentang apa yang dimaksud dengan pendapatan diterima dimuka. Pendapatan diterima dimuka adalah pendapatan yang kita terima tapi kita belum melakukan jasa atau pekerjaannya. Maka kita harus mencatatnya sebagai pendapatan diterima dimuka. Pencatatan untuk pendapatan diterima dimuka ada dua yaitu saat penerimaan kas dari pendapatan dan saat terealisasinya jasa atau pekerjaan tersebut. sebenarnya ini tidak jauh beda dengan jurnal Sewa dibayar dimuka.

Berikut Jurnal Akuntansi untuk mencatat pendapatan diterima dimuka beserta penjelasannya :


1. Jurnal pada tanggal penerimaan kas dari pendapatan diterima dimuka
Kas                                                  xxxxx
        Pendapatan diterima dimuka                    xxxxxx

Keterangan :
Pada tanggal saat kita menerima pendapatan diterima dimuka, kita harus mencatat kas yang masuk pada bagian debet (karena kas merupakan akun jenis aktiva yang harus dicatat pada bagian debet bila bertambah). Sedangkan pada bagian kreditnya  kita catat sebagai pendapatan diterima dimuka.

 2. Jurnal pada tanggal terealisasinya jasa atau pekerjaan

Pendapatan diterima dimuka         xxxxx
            Pendapatan                                          xxxxx

Keterangan :
Pada tanggal saat terealisasinya jasa atau pekerjaan kita harus menutup atau membuat jurnal pembalik untuk pendapatan diterima dimuka. Pandapatan diterima dimuka tadi harus kita tutup saat terealisasinya pekerjaan dengan mencatatnya pada bagian debet .   Maka akan timbul pendapatan yang sesungguhnya sudah sepenuhnya hak kita yang akan kita catat pada bagian kredit sebesar jumlah pendapatan diterima dimuka tadi .
 Sekian artikel tentang Jurnal Akuntansi untuk Mencatat Pendapatan diterima dimuka . Semoga berguna dan bermanfaat :) wassalamualaikum...

Friday, 19 April 2013

4 Langkah pertimbangan sebelum menerima penugasan Audit

Bogor - Assalamualaikum. kali ini satriaonblogger akan membahas sedikit tentang 4 Langkah pertimbangan sebelum menerima penugasan Audit . Sebelum melakukan Audit seorang auditor harus mempertimbangkan segala sesuatunya yang mungkin akan terjadi selama proses Audit. Ini berkaitan erat dengan standar auditing yang 4 yaitu proses audit harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Oke langsung saja 4 Langkah pertimbangan sebelum menerima penugasan Audit :



1. Mengevaluasi Integritas Manajemen

Langkah pertama yang harus dipertimbangkan adalah tentang Integritas manajemen yang dimiliki klien . Seorang Auditor harus mengevaluasi integritas manajemen klien, apakah integritas dari manajemen klien sudah bagus atau masih kurang. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap besarnya penyimpangan yang mungkin akan terjadi. Bila integritasnya bagus tentu tingkat penyimpangannya aan semakin kecil dan hal ini akan memudahkan auditor dalam mengaudit.

2. Mengidentifikasi kondisi kusus dan resiko yang tidak biasa

  • Mengidentifikasi pemakai laporan keuangan auditan
  • Menentukan prospek stabilitasbdan keuangan klien
  • Mengevaluasi auditabilitas satuan usaha


3. Menilai kemampuan untuk memenuhi standar auditing

Langkah yang ketiga adalah menilai kemampuan auditor apakah akan mampu untuk memenuhi standar auditing atau tidak. Ini sangat berkaitan erat dengan Penentuan kompetensi,Pengevaluasian independensi yang dimiliki auditor, serta penentuan  kemampuan melaksanakan audit secara cermat dan seksama.

4. Menyiapkan surat penugasan Audit.

Langkah yang terakhir adalah menyiapkan surat penugasan audit. Surat penugasan ini sangat penting karena dalam surat ini berisikan apa-apa saja kesepakatan antara Auditor dengan klien dalam melakukan audit. Kesepakatan - kesepakatan itu antara lain :
  1. Penerimaan tugas atas penunjukan dari pihak klien
  2. Tujuan dan lingkup audit
  3. Luas dan tanggung jawab auditor dan manajemen
  4. Kesepakatan mengenai reprodusi laporan keuangan auditan
  5. Kesepkatan bentuk laporan auditan
  6. Fakta bahwa audit memiliki resiko tidak terdeteksi
  7. Kesanggupan audior menyampaikan informasi
Sekian artikel tentan 4 Langkah pertimbangan sebelum menerima penugasan Audit .Semoga bisa berguna dan bermanfaat :) wassalamualaikum..

Sunday, 7 April 2013

Lukisan yang terbuat dari Cahaya

 

Seorang fotografer Janne Parviainen membuat lukisan yang terbuat dari cahaya yang menakjubkan tanpa penyuntingan apapun yang . Ini merupakan ide yang sangat kreatif. Penasaran ?? check this out gan !!






Sungguh menarik bukan??

Wortel , Telur atau Biji Kopi ?

Bogor- Assalamualaikum wr. wb. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit kisah renungan kecil tetang wortel, telur dan biji kopi. Kita ibaratkan ketiga benda tersebut adalah cerminan dari diri kita. Dan anda disini diberi kebebasan untuk memilih ingin jadi seperti apa . Oke kita mulai saja…






Ada tiga buah benda yang masing-masing dipanaskan dengan air yang sangat mendidih dalam sebuah wadah yang berbeda, benda  dalam wadah tersebut yakni wadah pertama berisi sebuah wortel mentah , wadah kedua berisi telur mentah dan benda ketiga dimasukan beberapa biji kopi. Wadah tersebut didiamkan hingga beberapa lama,  setelah itu benda dari masing-masing wadah tersebut itu pun kini telah mengalami perubahan.  Wadah pertama yang berisi wortel tadi mengalami perubahan pada wortelnya. Wortel yang semula keras kini telah menjadi lunak setelah dipanaskan dengan air yang mendidih. Sebaliknya pada waadah kedua tadi yang berisi sebuah telur kini telur tersebut yang awalnya lunak berupa cairan kini menjadi keras setelah dipanaskan dengan air yang mendidih. Sedangkan pada wadah ketiga yang berisi beberapa biji kopi, kini biji kopi tersebut menghilang, tapi air yang mendidih tadi berubah warna dan harum seperti kopi. Dari ketiga peristiwa di atas apakah anda telah mendapat pelajaran dari benda tersebut?

Ya ketiga peristiwa diatas kita ibaratkan seperti sikap kita ketika kita mendapatkan masalah.
Pada Wadah pertama ketika wortel yang semula keras menjadi lunak, seperti kita yang awalnya bersemangat dan memiliki semangat juang yang kuat tapi setelah kita menerima masalah kita menjadi lemah ,pesimis dan melupakan semangat juang kita di awal. Jangan mau sperti wortel !!
Pada wadah kedua yang berisi telur yang semula cairan lunak kini berubah menjadi keras, ini ibarat kita yang awalnya kita mulai dengan penuh dengan rasa peduli dan sensitif pada sesama tetapi ketika kita dihadapkan pada suatu masalah kita berubah menjadi keras dan egois. Jangan mau seperti telur !!!!
Pada wadah ketiga yang semula berisikan beberapa biji kopi kini biji kopi tersebut hilang tetapi air yang mendidih tadi kini telah berubah warnanya dan harum seperti kopi, ini diibaratkan Ketika kita dihadapkan pada suatu masalah, masalah tidak akan merubah kita tetapi kita lah yang merubah masalah tersebut. Seperti  biji kopi, air tidak mampu merubah kopi tapi kopi yang mampu merubah air. Lihat saja warnanya, cium aromanya dan rasakan rasa air dari wadah tersebut ,semua kini telah berubah menjadi rasa kopi yang hangat dengan aroma yang enak. Ya seperti itulah harusnya kita, kita tidak berubah menjadi lemah maupun egois ketika dihadapkan pada suatu masalah tetapi kita dapat merubah masalah tersebut menjadi apa yang kita mau dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ketika kita ingin menyeduh kopi maka semakin panas air yang kita pakai akan semakin terasa enak rasa dari kopi tersebut. Begitu juga diri kita, semakin sulit masalah yang kita hadapi akan semakin baik kita menjadikan masalah tersebut sebagai bahan perbaikan dari diri kita masing-masing. Jadilah seperti kopi  

*Artikel ini terinspirasi dari materi ESQ semoga bermanfaat bagi yang membacanya . Wassalamualaikum ….